Monday, July 16, 2012

Mengeluh...

Mengeluh...
Mengeluh itu mudah, keinginan yang tidak kamu dapatkan dan bersikap kamu hidup dalam serba kekurangan...
Mengeluh itu gampang, apa yang kamu tidak merasa cocok dan menganggap semua yang bertentangan dengan kamu adalah pecundang...
Mengeluh itu nikmat, mencari alasan dan alasan, tanpa melihat di luar sana banyak orang yang tidak memiliki pilhan-pilihan...
Mengeluh itu asyik, berkutat dengan diri sendiri, pikiran sendiri, seolah-olah orang terdekat tidak pernah datang membantu dan menghampiri...
Mengeluh itu menenangkan, menenangkan mereka yang bersikap optimis & berani, karena telah mengetahui satu pesaingnya telah "mati"...
Mengeluh itu berkelanjutan, lalu menjadi kebiasaan yang tidak terhentikan, yang akan merenggut sikap dan pikiran...
Mengeluh itu menyelubungi, menyembunyikan kemampuan kamu yang sebenarnya, di tutup oleh kelemahan yang semu, fana, tidak nyata, dan pada akhirnya kamu percaya semua itu nyata...
Mengeluh itu menghanyutkan, ke arah sungai deras dengan aliran negatif, putus asa, mengisi diri kamu dengan kelemahan yang sebelumnya tidak pernah ada...
...
Mengeluh itu PILIHAN, pilihan itu BANYAK, banyak hal POSITIF di luar sana, FOKUS-lah dengan hal baik, di MULAI dengan PIKIRAN, selanjutnya menjadi KEBIASAAN, :-)

Wednesday, July 4, 2012

Point Of View

Another random writing from me, POINT OF VIEW yang berarti "Sudut Pandang" (Penulis merupakan lulusan tempat kursus terkemuka yang terletak di jalan Banda). Mari kita mulaiiiiiiiiiiiiiiiiiii :-). Setiap perjalanan kehidupan manusia, entah sebagai pribadi ataupun sebagai bagian dari kelompok masyarakat di penuhi oleh dinamika-dinamika yang unik. Perubahan yang selalu terjadi entah karena memang kita menginginkan menjadi pribadi yang lebih baik ataupun karena keadaan yang "memaksa: kita untuk berubah agar tidak terlindas oleh perubahan zaman.
Bagi sebagian orang, perubahan yang terjadi terhadap mereka "mengalir" begitu saja, seperti dari masa-masa SD ke SMP SMU Kuliah, which is normal. Orang-orang tersayang, ayah ibu memperlakukan kita dengan berbeda dari waktu ke waktu, teman-teman yang silih berganti datang ke dalam kehidupan kita, ada yang tetap menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan baik, ada yang karena keadaan "lenyap" begitu saja, and so on and so on.
Trus, mana isi yang sesuai dengan judulnya nih, bentar yaaaa. Jadi begini, manusia di berikan kemampuan yang sangat sempurna oleh Sang Pencipta di bandingkan dengan makhluk lainnya, salah satunya adalah kemampuan untuk berpikir. Dalam kegiatan berpikir tersebut, kita mengolah hal-hal yang terjadi, yang telah kita alami ataupun yang kita harapkan akan terjadi. Anggap saja semua orang mengalami hal ini, sebut saja ada kejadian kita di hadapkan pada suatu persoalan, contoh "Kamu tugasnya salah, perbaiki dan kumpulkan ke dosen dalam waktu 2 jam". Berbagai respon dari mereka yang mengalami hal ini, mungkin si A akan marah-marah, merasa tidak di hargai & tidak mengerjakan tugasnya, si B akan segera memperbaiki tugasnya saat itu juga, si C akan marah-marah tapi tetap mengerjakan tugasnya. Semua tergantung sudut pandang mahasiswa itu terhadap apa yang di katakan atau di perintahkan oleh dosen mereka.
Sudut pandang di miliki oleh setiap insan manusia, jelas. Tapi, apakah mereka bisa menggunakan sudut pandang ini dengan cara yang bijak?. Bagaimana jika seorang anak yang memiliki sudut pandang yang berbeda mengenai kehidupan, apakah orangtua punya kewajiban untuk "meluruskan"nya (selama hal itu positif). Apakah memaksakan sudut pandang kepada orang lain itu benar???, ketika seseorang memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap persoalan yang kurang lebih sama, jalan terbaik untuk mengambil keputusan ada di tangan yang mana? Yang mempunyai pengalaman dengan seabrek teori atau yang mempunyai keberanian dengan seabrek optimisme?
Menurut saya, berdasarkan ilmu yang telah saya dapatkan, suatu persoalan dapat kita hadapi dengan 2 sikap 
  1. Reaktif;
  2. Pro-aktif* sumber 7 habits of highly effective people by Stephen C
Reaktif, orang akan bertindak tanpa berpikir seketika itu juga, bisa di katakan "Emosi" yang meluap-luap yang "berbicara"
Pro-aktif, orang akan mendengarkan, mengendapkan, mengambil sisi positif yang terbaik dalam menghadapi suatu permasalahan tersebut, hingga tercapai solusi yang terbaik dalam menyelesaikan masalah itu.
Yang di butuhkan dalam mengambil sikap reaktif atau proaktif itu, adalah pengalaman kita dalam menghadapi suatu persoalan. Sabar juga menjadi kekuatan dalam mengambil keputusan tersebut. Pertanyaanya, seberapa banyak kah manusia yang bisa melakukan hal ini, well aku sudah, yang lain segera menyusul yah. CIAOOOO

Monday, July 2, 2012

Selalu Kurang....

Tiba-tiba pingin menulis soal ini..., karena mood penulis sedang mendapatkan "cobaan". Mengarungi kehidupan, dari masa pembelajaran, mencari ILMU dari TK-Universitas, kehidupan "Earning" baik dari bekerja (which i still struggle to get it until this last post made) & berdagang (sudah melalui @onipiesusu, menyusul "ayam bakar" amin), kehidupan "Relationship" (alhamdulillah sudah menjalani dengan perempuan yang di taksir dari 5 Tahun yang lalu, terhitung Tahun 2012), mudah-mudahan lancar sampai pelaminan amiiiiin.
Well, seems i got everything i wanted right?, tapi entah kenapa selalu ada yang kurang, wajarkah? Saya pribadi tidak bisa menilai kewajaran dari sikap "kurang" ini. Memang, tidak setiap kehidupan yang aku jalanin 100% sempurna, perfect, it's not flawless. Tapi, di lihat dari standar kehidupan yang ada (jatuh-nya membandingkan), saya pernah "mencicipi" hal-hal, baik dari barang "gadget", pergi kemana-mana, selalu berkecukupan bahkan terkadang sangat berkecukupan. Orang tua saya tidak pernah mengabaikan kesejahteraan saya dan adik, hingga sekarang.
Kurang? Apa yang kurang? Kalau di tanya passion saya, "INGIN MEMBAHAGIAKAN ORANGTUA", "INGIN MENJADI ORANG KAYA", "INGIN BEBAS FINANSIAL", INGIN MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH, MAWADAH & WARAHMAH", the list will go on and on and on. Selama ini, tidak ada halangan berarti yang bisa menghentikan saya untuk mewujudkan hal itu. Lalu, apa yang kurang???
My Girlfriend says, Chandra, kamu kurang sabar :-). Mendengar kata-kata dia seperti itu, tersentaklah pribadi ini, dua kata yang bisa membuat Hati plong "KURANG SABAR". Pikiran langsung mem-flashback, kesabaran saya ini insyaallah membuahkan hasil, mulai dari nilai saat masa-masa kuliah, penantian bisa relationship with her, pengalaman entrepreneur yang punya potensi untuk di kembangkan, and wealthy job yang menanti.
Memang, lingkungan mempunyai pengaruh yang besar, terutama lingkungan keluarga. Saya termasuk orang yang sangat "terpengaruh" dengan masukkan, saran dari Ayah dan Ibu, selalu saya berusaha untuk memenuhi saran mereka, terkadang sedikit "clash" terjadi, dan menghadapi itu memerlukan perjuangan, saya tahu mereka sangat sayang kepada saya, jad yang bisa saya lakukan adalah, menyelaraskan dan mengerti mereka (buat saya hal ini PERJUANGAN, hahahak). 
Selalu kurang? Memandang orang lain yang jauh lebih berhasil...Harus di ingat bahwa, "STARTING POINT SETIAP ORANG ITU BERBEDA-BEDA", my girlfriend says "Chandra, rezeki kamu itu sudah bagus, kamu sering berdoa (Dhuha), ga pernah kekurangan, meskipun selama ini berasal dari orangtua, sekarang tinggal mencoba hasil dari keringet sendiri aja ya :-)". "Hasil dari keringet sendiri", itu yang aku nanti dan sekarang mencoba menjalankan, secara sadar, pikiran, hati dan perasaan saya setuju kalau "SEMUA BISA AKU HADAPI", tapi entah kenapa saya melalui setiap harinya dengan perasaan mumet @.@....
KURANG BERSYUKUR......Mungkin ini yang pas buat yang sedang saya hadapi saat ini, "kurang bersyukur", "kurang pasrah" kepada Sang Pencipta Allah SWT. Well, mood bisa naik dan turun, saat ini saya sedang mengalami "gejolak", tapi insyaallah semua bisa di lewati atas izin Allah SWT :-)
CIAOOO !!!

Tuesday, March 27, 2012

Sebuah Ketikan

Ola semua, sudah lama yah sejak dari blog terakhir yang aku buat. Maklumlah sibuk-sibuk gimana gitu, blog kali ini cuma akan sekitaran diri aku ajah, tidak menceritakan yang sedang maupun yang akan terjadi di YEA. Kenapa saya beri judul "Sebuah Ketikan"?, suka-suka gue laaaaa, blog ini gue yang bikin, hehehe, *serius. Pernah gak sih kita dalam melakukan kegiatan sehari-hari, dalam suatu rutinitas yang sepadat apapun kita mendapatkan waktu yang cukup untuk melakukan renungan, berhenti dalam rutinitas tersebut, tanpa tersadar pikiran kita berada dalam situasi yang "melayang", "wandering around", entah terhadap kejadian apa, yang baru kita alami, sudah terjadi, ataupun terkadang merenung membayangkan keadaan yang kita harapkan di masa depan.
Jawab dalam Hati aja yah, gak usah menjawab di depan layar komputer/laptop, nanti kena air liur. Terkadang kita hanyut dalam renungan kita tersebut. Keadaan masa lalu yang berharap kita dapat mengulanginya kembali, ataupun berharap tidak pernah terjadi, keadaan sekarang yang sedang kita jalani, dan keadaan masa yang akan datang yang berharap sesuai dengan mimpi dan cita-cita kita. Sebuah renungan dapat membuat kita menjadi lebih Semangat, akan tetapi juga bisa membuat kita menjadi "Down", menyesal, padahal kita tahu, tak mungkin untuk kembali ke masa lalu, tak mungkin kembali untuk mengubah masa lalu, kita hanya bisa merenung, mengingat "What Have I Done Yesterday?", dan pikiran kamu akan melakukan tugasnya, membawamu ke masa lalu, sebegitu cepatnya, nyatanya seolah-olah kamu baru mengalaminya beberapa menit yang lalu. 
Saya membaca buku mengenai "Terapi Berpikir Positif" oleh Dr. Ibrahim Elfiky *mudah-mudahan ga salah nulis, kesimpulan yang bisa saya ambil, otak kita, pikiran kita sebegitu dahsyatnya, bayangkan bagaimana pikiran kita bisa membawa kita ke masa lalu, membayangkan masa depan, wew, dan dalam buku itu kita di wajibkan untuk menggunakan pikiran kita dengan bijak, salah satunya memicu hal-hal yang positif dengan pikiran kita, menggunakan memory yang kita punya. Hebat dan masuk akal, pikiran setiap orang cuma satu, dan tiap-tiapnya mempunyai karakteristik yang berbeda, keunikan tersendiri. Penekanan dalam buku ini adalah, GUNAKAN PIKIRANMU UNTUK MEMBANGUN DIRIMU YANG LEBIH BAIK. 
Ga tau sih kenapa tiba-tiba pingin nulis blog kaya begini hehehe, segini dulu deh, nanti di blog berikutnya akan lebih di bumbui dengan kejadian-kejadian yang lebih seru dan menegangkan. Ciaoooo !

Thursday, January 12, 2012

#bkyd = Buat Kamu Yang Di (sana)

Haiooooo, aku lupa bilang kalau aku punya akun twitter yah, nih @Chandra_Narayan silahkan follow aku yang punya twitter (*krik krik krik).....Oke, sampai di mana tadi, saya pribadi mempunyai akun twitter sejak tanggal 5 Mei 2010, belum terlalu lama lah ya, dalam perjalanannya cuma menge-tweet uang kurang penting, iseng, atau.....iseng (*yapz 2x aku nulis isengnya). Detik terus berdetik, jam terus berganti, hari terus berlari, minggu terus ke Car Free Day (CFD), bulan terus ngomong, tahun yang menahun (*makin ngaco), akhirnya ketemu "ilham" di ECamp yang merupakan salah satu agenda dari YEA. Setelah di godok dalam ECamp, saya selalu menge-tweet "Buat Kamu Yang Di Sana" tanpa hashtag, dan kejadian ini berlangsung terus menerus, akhirnya karena sudah menjadi suatu kebiasaan barulah terpikir untuk menambahkan hastag #bkyd di setiap tweetnya.
#bkyd
Responnya, yaaaah banyak yang nanya "Chan maneh kunaon? Cageur", "Mention atuh orangnya Chan", "Sapa sih Chan manusianya?", Chan ini dan Chan itu. Well klo aku belum ikut YEA + ECamp trus terang saya pasti berhenti menge-tweet itu, Alhamdulillah #bkyd terus berjalan dan berjalan dan berjalan. Sebenarnya apa latar belakang di balik #bkyd?, aku juga ga tahu siy...awalnya. Cuma sekedar me-ngetweet "buat kmu yg di sana" dan keterusan hingga sekarang, tapi setelah menelusuri lebih dalam, akhirnya aku tahu alasannya...kira-kira lah. Jadi begini (*pasang muka serius) kita kan mempunyai pikiran sendiri-sendiri, yang kemungkinan bisa sama bisa tidak bisa sejalan bisa tidak bisa se-visi bisa tidak, jadi aku memikirkan apa yang ingin aku katakan saat itu, dan ketika aku me-ngetweet #bkyd, "someone out there" mempunyai pikiran yang sama dengan aku (*hopefully) dan tidak mengungkapkannya, so alasan aku me-ngetweet #bkyd adalah mudah-mudahan orang-orang yang mempunyai pikiran yang sama dengan aku merasa "tersalurkan", "terbantu", atau sekedar baca dan merasa "lega" atau bahkan merasa "apa seh niy orang, sok tahu banget", well reaksi orang kan pasti berbeda-beda.
Social Media seperti twitter ada untuk bersosialisasi dengan orang-orang yang ada di sekitar kita, bahkan dunia, jadi kita bakal "terekspose" oleh dunia, saran saya jika begitu, kenapa kita tidak mencoba untuk melakukan sesuatu hal yang sedikit berbeda kan kita tidak ketemu langsung dengan mereka, "ini tweet aku, mana tweet kamu?", tapi ingat ya, jagalah norma-norma yang berlaku, jangan me-ngetweet hal-hal yang negatif dan bermusuhan, hidup cuma sekali masa musuh lebih banyak dari pada kawan, ntar kalo mati siapa yang mau nguburin elo.
Apalagi ya, masih panjang sih kelanjutan #bkyd ini, selama saya masih punya ide, kreativitas dan twitter Insyaallah #bkyd akan terus berlanjut, mngkin akan ada #bkyd dengan tema-tema tertentu seperti :
  1. #bkyd Lagu
  2. #bkyd hari Ibu
  3. #bkyd Ulang Tahun
  4. #bkyd Semangat
  5. dll
Masih belum ada waktu untuk mengatur lebih lanjut planning tema-tema itu, mudah-mudahan 2012 ini, bebas finansial tercapai jadi bisa mengembangkan #bkyd lebih lanjut, sekilas tentang #bkyd, klo ada pertanyaan hubungi akun twitter yang ada di atas, tetap semangat, tetap positif tapi jangan tetap jomblo, CIAOOO !!!

Sunday, January 8, 2012

Selling competition

Coklat Beschok
Sedikit Flashback mengenai kegiatan di YEA Batch XIII, setelah beberapa minggu mengikuti materi perkuliahan yang ada di YEA dari tanggal 11 Oktober 2011, akhirnya kami YEA Batch XIII diberikan "Tantangan" yang pertama yaitu (*drum drum drum drum drum drum)........ "SELLING COMPETITION !!! ", (*menggema ke seluruh dunia). Apa itu selling competition (sellcom) ?, secara harafiah (*cieee harafiah booo), selling competition berarti----> Sell : Menjual, Competition : Kompetisi, berlomba (*penulis blog merupakan lulusan tempat kursus inggris terkemuka di Bandung yang terletak di Jalan Banda), jadi secara singkat sellcom adalah berlomba berjualan. Tentunya teman-teman bertanya-tanya, menjual apa sih??? Inilah barang yang kita coba jual ke konsumen.
Coklat Beschok

Yapzz !!! coklat, atau dalam bahasa lainnya C-O-K-L-A-T (*sok pintar), coklat inilah yang akan menjadi bahan jualan kita selama 3 hari ke depan. Rulezzzz dari sellcom ini adalah :
  1. Barang yang sudah diterima tidak dapat dikembalikan
  2. Tidak boleh memakai konsep amal
  3. ......lupa lupa ingat tapi yang paling ingat
  4. WINNER TAKES ALL !!!!
akhirnya kita YEA Batch XIII dibagi 3 kelompok, :
Coklat Beschok dengan berbagai kemasan
  1. Didi (ketua), Daniel, Ichi, Sinta, In'am
  2. Dina (ketua), Simon, Ajus, Febri, Tallia, Yassir
  3. Chandra (ketua), Darbi, Nurus, Renda, Ripin
 
Chandra Mengemas coklat
Ripin Me-nyelotip
Jreng jreng, games pun di mulai, saling berlombalah antar kelompok (*blog sellcom ini akan dibicarakan dari sudut pandang Tim yang diketuai oleh Chandra). Oke, karena saya sebagai ketua dan sedang berlomba, yang terpikir oleh aku pertama kali adalah "packaging", "beli dimana", "sama siapa" (*kaya lagu...), setelah berdiskusi dengan Tim, akhirnya aku dan Nurus pergi ke Pasar Baru untuk beli kelengkapan belanja, sedangkan Darbi, Renda dan Ripin memikirkan HPP, Target Pasar, dan nama yang akan dipakai untuk produk coklat tersebut. Kembali dari Pasar Baru dan Cibadak, Tim langsung membuat packing coklat tersebut dan memberi nama produk kami "Beschok", ide ini dari Renda, dalam bahasa German artinya Best Chocolate, ternyata oh ternyata packaging coklat ini memakan waktu yang sangat sangat LAMAAAA !!!! , sampai tidak terpikir kemana coklat ini akan di jual, dan saat itulah Darbi mengeluarkan jurus Telemarketer-nya, dengan "senjata" yang tidak pernah terpikir oleh siapapun di dalam Tim kami, "senjata" itu adalah........"Handphone" (Telepon Genggam), dengan sigap Darbi (nama sebenarnya) mengambil lembaran dari alumni Entrepreneur Camp 48 dan mempraktekkan materi-materi yang ada dalam perkuliahan YEA......pesanan pun......berdatangan.....(*themesong horror)
Ruang Packaging Darurat
Nurus dgn hasil kemasan coklat

Darbi, Ripin, dan Renda
Kenapa Horror??? bukannya seneng??? well karena kita harus membungkus banyak sekali paket coklat, dan beneran banyak...banyak...banyak (*di ulang-ulang biar masuk ke alam bawah sadar). Setiap jam Tim kami mengemas coklat, memaketkan coklat, untuk makan siang kita sampai gantian, makan malam kita saling titip, jika kekurangan biaya untuk packaging anggota tim saling menyumbang, bahkan Darbi, Renda, dan Ripin sampai menginap di kampus untuk mengerjakan orderan pesanan (*salut untuk kalian guys, luar biasa), terkadang salah komunikasi dalam orderan, uang, dan hal-hal lain sebagainya yang membuat "emosi" sedikit terpancing. Alhamdulillah Tim kami bisa menghandle dengan bijak, Darbi dengan keahlian Telemarketernya, Renda dengan puisi dalam coklatnya, Nurus dengan keahlian membuat pita, Ripin yang siap sedia 24 jam, dan saya dengan usaha seadanya.
Setelah waktu yang di tentukan berakhir, mulailah mba Rina (fasilitator YEA) menimbang, menghitung, dan menilai tim mana yang menang, setelah proses penimbangan yang ketat dan cukup lama (5 menit), akhirnya berdasarkan data, fakta, dan cerita (*aku dan bintang) Alhamdulillah Tim saya (Chandra, Darbi, Nurus, Renda, dan Ripin) memenangkan sellcom di YEA Batch XIII.
Ki-Ka : Ripin, Renda, Nurus, Darbi, Chandra
Terimakasih kepada Tim, Darbi, Nurus, Renda, dan Ripin atas kerja keras, kerja cerdas, doa dan kesabarannya, buat teman-teman YEA Batch XIII tetap semangat, fokus pada tujuan kita berada di YEA, ambil hikmahnya, pelajarannya, dan lakukan yang terbaik, komitmen terhadap proyek-proyek YEA selanjutnya, CIAOOO !!!

Sunday, January 1, 2012

Young Entrepreneur Academy Batch XIII

Well, peribahasa mengatakan, kalau belum bisa lakukan terus sampai terbiasa "Repetition Is The Mother of Skill", hal ini merupakan  salah satu dari banyak hal yang telah di pelajari di Young Entrepreneur Academy (YEA). Yapz, sekedar mengingatkan, dalam blog kemarin saya menyinggung sedikit soal YEA ini, sedikit flashback ya... Jadiiiii, setelah saya berkutat mencari "sesuatu pekerjaan" & belum dapat, saya mendapatkan informasi soal YEA, informasi ini saya dapat dari Twitter dan buku-nya Mas J "The Power of Kepepet", lalu saya melakukan langkah berikutnya yaitu bertanya, waktu itu YEA berlokasi di Dago Plaza, & saya di layani oleh teh Lisa & Mas Kukuh (HeadMaster of YEA), jadilah saya menjadi student YEA Batch XIII yang di mulai tanggal 11 Oktober 2011 lalu.
Di hari-hari pertama saya masuk YEA, terus terang saya bingung, "What am i doing here???" semacam itulah pertanyaan yang muncul, mungkin karena waktu itu pikiran, mindset & alam bawah sadar saya masih belum di "obrak-abrik" oleh sistem yang dimiliki oleh YEA, dan ternyata WAW !!!, oke saya merasa menjadi Chandra yang baru, dan itu memerlukan waktu kurang dari 2 minggu. Terimakasih tidak akan cukup untuk apa yang telah dilakukan YEA kepada saya. 
Pandangan saya tentang seorang pengusaha berbalik 180 derajat, mereka tidak semua "angkuh, licik, sombong" bahkan dari beberapa pengusaha yang sudah saya temui mereka sangat sangat sangat down to earth dan sangat sangat religius, hebat ya, sudah kaya, down to earth, religius dan membantu orang-orang sekitar dengan usaha mereka, mereka juga memulai bisnis mereka dari berbagai macam kekurangan dan kondisi yang menurut saya berat, tapi mereka gigih, tangguh, kuat, tidak gengsian. Dari situlah saya bertekad saya harus menjadi "The Next Entrepreneur"
Para pengusaha sebelumnya tidak mendapatkan ilmu-ilmu yang diberikan oleh YEA dan berhasil, saya yang telah mendapatkan ilmu dari YEA harus lebih berhasil, usaha, doa, dan kesabaran. Selalu berpikir positif dan positif, mengevaluasi diri dan kondisi-kondisi yang ada.
Tallia-Chandra-Dina 
Oh ya, saya tergabung dalam YEA Batch XIII, dalam batch ini kita berjumlah 16 orang, foto-foto ini adalah student dari YEA Batch XIII, sebenarnya ada satu orang lagi tapi tidak ada fotonya. Teman-teman YEA Batch XIII ini datang dari berbagai macam daerah dari Pekanbaru, Merauke, Papua, Jakarta, Malang, Surabaya, Bekasi, Bandung, Batam, Karawang, Bali, Jakarta dan daerah lainnya. Teman-teman di YEA ini datang dengan satu tekad yaitu menjadi ENTREPRENEUR.
Dalam YEA ternyata ada struktur organisasi yang berdiri dari batch ke batch yaitu Ketua Angkatan, Sekretaris dan Bendahara, ya dalam angkatan YEA Batch XIII ini yang menjadi ketua angkatan yaitu Chandra Narayan A, Sekretaris yaitu Tallia dan Bendahara yaitu Dina, tapi kita semua santai kok, semua dilaksanakan secara fun-fun aja. Saya pribadi beruntung berada di Batch XIII ini, bisa berkenalan dengan teman-teman yang memiliki kemampuan yang luar biasa, bakat-bakat yang hebat, sifat-sifat yang beraneka ragam, banyak hal yang bisa di ambil dari teman-teman Batch XIII ini, kita bikin XIII ini "The New Lucky Number" dengan kerja keras, kerja cerdas, doa dan kesabaran. Think Positive and Be More Positive Than You Think,  DUNIA BERSIAPLAH MENYAMBUT KAMI YEA BATCH XIII.